
-Imam An Nawawi-

Seorang teman yang akrab sekalipun mungkin saja memutuskan persahabatan, seorang teman hidup yang sekian lama bersama mungkin saja memutuskan ikatan, seorang kerabat yang sekian lama bersaudara mungkin saja memutuskan pertalian. Itulah manusia dengan dunianya yang penuh kompleksiti dan kadang-kadang sukar difahami.
Memang dengan manusia kita sering kecewa, lalu kekecewaan itu dikembalikan kepada buku. Dan, ia (buku) seolah-olah mengerti; bersedia memberi harapan, membangkitkan kembali semangat kita yang kadang-kadang hilang. Dan tidak rasanya akan berlaku pada seorang teman bernama “buku” kerana Islam sendiri mengakuinya sebagai pantulan “Ikraq”.
Bacalah untuk menerangi hidup anda, membunuh kejahilan anda, bahkan untuk menguasai dunia dan akhirat. Rasanya tidak ada lagi “alat” yang tarikannya sebagai “penghidup”, “penyaksi”, dan “perakam” kepada kelangsungan peradaban manusia melainkan buku. Kerana itulah, buku rasanya layak menjadi “teman yang setia” kerana keunikannya,keunggulannya, kesetiaannya, keasyikannya, dan daya pikatnya yang luar biasa.
-shaharom tm sulaiman-